Efektivitas Individu, Kelompok & Organisasi
Seperti dijelaskan dalam bab
terdahulu, bidang Perilaku Organisasi mengindentifikasi tiga tingkatan
analisis:
1. Individu
2. Kelompok dan
3. Organisasi
Ketiga tingkatan analisis
tersebut juga sejalan dengan ketiga tingkatan tanggung jawab manajerial. Para
manajer bertanggung jawab atas keefektifan individu, kelompok dan organisasi.
Perspektif
Keefektifan:
Tiga macam perpektif kefektifan dapat
diindentifikasikan sebagai berikut:
1. Efektifitas individu, perspektif ini menekankan
pelaksanaan tugas pekerja atau anggota dari organisasi itu.
Tugas-tugas yang harus dilaksanakan adalah bagian dari pekerjaan atau posisi
individu dalam organisasi itu. Para manajer secara rutin menaksir keefektifan
individu melalui proses evaluasi prestasi. Evaluasi ini menjadi dasar untuk
kenaikan gaji, promosi, dan jenis imbalan lain yang diberikan organisasi itu.
2. Efektifitas kelompok, Individu-individu jarang
bekerja terpisah dari pekerja lain di dalam organisasi itu.
Menurut situasi yang lazim individu bekerja dalam kelompok. Jadi kita, harus
mempertimbangkan suatu perspektif keefektifan antara ketiga kelompok adalah
jumlah sumbangan dari seluruh anggotanya. Sebagai contoh: Sekelompok pekerja
perusahaan rokok di bagian produksi, individu pegawai pekerja bagian linting
rokok, bekerja mempunyai tingkat efektifitas yang tinggi (hasil maksimal), akan
mempengaruhi efektifitas kelompok. Tentunya dalam hal ini keefektifan kelompok
melebihi jumlah sumbangan individu. Dengan demikian produk jadi 1 bungkus rokok
dihasilkan dari sumbangan masing-masing individu pekerja.
3. Efektifitas Organisasi, karena organisasi terdiri
dari individu dan kelompok, keefektifan organisasi adalah
fungsi dari efektifitas individu dan kelompok. Sungguhpun demikian, keefektifan
organisasi melebihi jumlah efektifitas individu dan kelompok. Organisasi dapat
memperoleh prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah prestasi dari
masing-masing bagianya.
Pengertian keefektifan
Dalam pengertian teoritis atau
praktis, tidak ada persetujuan yang universal mengenai apa yang dimaksud keefektifan.
Bagaimana kita mendifinisikan keefektifan, dua pendekatan umum dari keefektifan
tercermin sebagai berikut:
1.
Pendekatan
berdasarkan tujuan.
Menurut
pendekatan ini, sebuah organisasi didirikan untuk mencapai tujuan. Apa yang
dimaksud keefektifan adalah pencapaian tujuan yang dtetapkan dengan usaha
kerjasama. Banyak praktek manajemen melihat efektifitas didasarkan
atas pendekatan menurut tujuan. Salah satu praktek yang banyak digunakan
adalah, manajemen berdasarkan sasaran (manajement
by objektives). Dengan
menggunakan praktek ini, para manajer terlebih dahulu membuat spesifikasi tujuan yang diharapkan akan tercapai oleh para
bawahannya, dan secara berkala mengevaluasi tingkat pencapaian tujuan tersebut.
Pada prakteknya secara nyata di perusahaan-perusahaan, manajer dan bawahannya
mendiskusikan sasaran dan mencoba mencapai kesepakatan yang menguntungkan
bersama.
2. Pendekatan Teori Sistem
Teori sistem: Pendekatan ini menenkankan pentingnya adaptasi terhadap
tutuntan ekstern sebagai kreteria penilaian keefektifan.
Teori sistem,
memungkinkan kita membahas perilaku organisasi secara intern dan ekstern. Secara
intern, kita dapat melihat bagaimana dan mengapa orang didalam
organisasi melaksanakan tugas individual dan kelompok. Secara ekstern, kita
dapat menghubungkan transaksi organisasi itu dengan organisasi atau lembaga
lain. Setiap organisasi membutuhkan sumber daya dari lingkungan luar dimana
organisasi tersebut menjadi bagiannya, dan pada gilirannya menyediakan barang
dan jasa yang dibutuhkan lingkungan uang lebih luas. Para manajer harus
menghadapi aspek-aspek perilaku organisasi intern dan ekstern secara serempak.
Proses yang pada dasarnya kompleks ini dapat disederhanakan dengan menggunakan
konsep dasar teori sistem untuk tujuan analisis. Dalam teori sistem, organisasi
dianggap sebagai suatu elemen dari sejumlah elemen yang saling bergantung.
Teori Sistem dan Balikan
Konsep
organisasi sebagai suatu sistem yang berkaitan dengan sistem yang lebih luas
mengintroduksi pentingnya balikan. Seperti dikemukakan diatas, ketergantungan
organisasi atas lingkungan tidak hanya mengenai masukan, tetapi juga dapat
diterimanya keluaran (oleh lingkungan). Hal ini sangat penting, sehingga
organisasi mengembangkan sarana untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan
lingkungan. Sarana untuk penyesuaian itu adalah saluran komunikasi yang
memungkinkan organisasi dapat mengenali tuntutan-tuntutan tersebut. Sebagai
contoh, dalam organisasi bisnis, risert pasar merupakan suatu mekanisme balikan
yang penting. Bentuk balikan lainnya ialah keluhan pelanggan, komentar-komentar
pegawai dan laporan keuangan.
Kesimpulan dan Tanggapan
Teori sistem
menekankan dua pertimbangan yang penting: (1) kelangsungan hidup organisasi
yang pokok tergantung pada kemampuannya mengadaptasi
tuntutan lingkungannya, dan (2) untuk
memenuhi tuntutan ini siklus total dari
masukan – proses – keluaran harus menhadi perhatian yang utama manajerial. Oleh
karena itu, kriteria keefektifan harus mencerminkan masing-masing dari kedua
pertimbangan di atas, dan anda harus mendefinisikan keefektifan berdasarkan
pertimbangan itu. Pendekatan menurut sistem menunjukkan bukti-bukti bahwa
sumber daya harus dicurahkan terhadap kegiatan-kegiatan yang mempunyai sedikit
kaitan dengan pencapaian tujuan utama organisasi.
Komentar
Posting Komentar